MEDICAL SCOUT COMMUNITY HEALT

MEDICAL SCOUT COMMUNITY HEALT

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Rabu, 12 Oktober 2016

Biografi dr radjiman

Biografi Dr. K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat
Biografi Dr. K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat

Dalam kesempatan ini, Pikiran Sejarah akan menjelaskan tentang biografi dari seorang dokter hebat yang merupakan tokoh pergerakan nasional. Sosok yang akan kita bahas adalah K.R.T Dr. Radjiman Wedyodiningrat, seorang dokter yang merupakan penggagas kemerdekaan Indonesia yang sekarang namanya merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia. Dr Radjiman Wedyoningrat dilahirkan di Yogyakarta, 21 April 1879, dia lahir dari keluarga biasa. Ayahnya seorang penjaga toko di Yogyakarta yang bernama Ki Sutrodono dan ibunya seorang ibu rumah tangga yang berdarah Gorontalo. Semasa kecil dia sangat berbakat, terlihat dari kecerdasannya dan ambisinya dalam menempuh pendidikan. Dia memperoleh gelar K.R.T (Kanjeng Raden Tumenggung) dari kasultanan Yogyakarta karena jasanya telah bekerja di rumah sakit Yogyakarta pada masa Hindia-Belanda.

Gambar dr. Radjiman Wedyodiningrat
Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa, semasa kecil dia pernah belajar dari mendengarkan di bilik jendela SD, ia menginginkan untuk bersekolah pada saat itu, namun terhambat karena dia merupakan anak seorang pribumi, pada masa itu Belanda membatasi pendidikan pada kaum pribumi, dan hanya seorang keturunan bangsawan sajayang dapat memperoleh pendidikan. Aksi mengintip dr. Radjiman akhirnya diketahui oleh seorang guru Belanda, dan karena kasihan dia memperbolehkan Radjiman masuk kelas dan mendengarkannya. Radjiman sudah kehilangan orang tuanya di masa kecilnya. Tetapi, karena keprihatinannya dan melihat bakat dan cita - cita tinggi yang tetanam pada dirinya, maka Dr Wahidin Soehirohoesodo mengangkat sebagai anaknya dan membiayai pendidikannya untuk menyekolahkan pemuda berbakat tersebut ke pendidikan yang lebih tinggi. Dia lalu disekolahkan di STOVIA (Pendidikan Dokter Bumiputera Pada masa Hindia- Belanda) dan lulus dengan gelar "Dokter Jiwa" pada tahun 1898. Kemudian dia menempuh karirnya sebagai dokter jiwa di Banyumas, Madiun, Purworejo, dan Semarang selama beberapa tahun. Selepas itu, maka dia memutuskan untuk meneruskan pendidikannya dan menjadi asisten di STOVIA dan lulus sebagai Indisch Arts.

Kemudian dia bekerja di rumah sakit di Sragen, dan menjadi asisten Dokter Kasunanan Surakarta, dan juga menjadi seorang dokter jiwa di Lawang Jawa Timur, dan namanya dijadikan sebagai nama rumah sakit tersebut dengan nama RSJ Radjiman Widiodiningrat. Pada tahn1909 kemudian dia melanjutkan pendidikan dokternya ke negeri Belanda. Dia lulus dengan hasil memuaskan dan dia dipercaya menjadi dokter untuk mengkhitan putra - putra susuhunan Surakarta. Dia kemudian menjadi Dokter di Istana Kasunanan Surakarta pada tahun 1911. Kedudukan dokternya menjadi setara dengan dokter - dokter lulusan Belanda. Hal itu merupakan sesuatu yang sulit untuk di capai oleh seorang anak pribumi seperti dirinya. Selain di Belanda dia juga melanjutkan opendidikannya di Prancis dan Jerman. Selain ahli jiwa dia juga merupakan ahli bersalin, ahli penyakit kandungan.

Dia kemudian kembali aktif berpolitik dan bergabung dengan Boedi Utomo dan menjabat sebagai ketua selama setahun pada periode 1914-1915. Dia mewakili organisasi tersebut hingga tahun 1931 di Volkskraad (Dewan Rakyat Masa Hindia Belanda). Dia memilkiki peranan yang besar dalam kemerdekaan Indonesia. Dia menjadi ketua BPUPKI (Badan Penyidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada jaman penjajahan Jepang. Dia juga sempat menanyakan kepada Soekarno tentang ideologi bangsa Indonesia setelah merdeka dan kemudian dijawab oleh soekarno dengan tegas yaitu "Pancasila". Hal tersebut berdasarkan uraian buku pengantar penerbitan buku Pancasila yang pertama di tahun1948 di desa Dirgo, Ngawi tahun 1948.

Dia sebagian besar menghabiskan waktunya di desa Dirgo, Kecamatan Wedodaaren Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Dia memutuskan menetap disana karena keprihatinan melihat warga Ngawi terserang penyakit pes. Saat itu juga dia mengabdikan sebagaidokter ahli penyakit pes. Disa

Rabu, 07 September 2016

sbh walikukun jaya


RAIMUNA CABANG 2016


Pramuka merupakan generasi penerus bangsa yang sangat potensial dalam pembangunan bangsa saat ini. Hal-hal seperti bekerja sama dalam kelompok (team work) dan bersikap sportif serta bersikap dengan baik dan dapat dipercaya sangat diperlukan dalam kehidupan.


Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ngawi akan mengadakan kegiatan bagi pramuka penegak dan pandega, yaitu Raimuna Cabang Ngawi 2016. Raimuna Cabang adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang di Indonesia diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.

Salah satu tujuan dari kegiatan yang diselenggarakan lima tahunan sekali ini adalah mengembangkan persaudaraan dan persatuan dalam pramuka penegak dan pendega serta menjadikan para penegak dan pendega kegiatan kreatif, produktif yang bersifat edukatif.

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada 2-6 September 2016 di Bumi perkemahan Ds. Kawu (Depan SMAN 1 Kedunggalar) / Lapangan Soko, Kedunggalar, Ngawi dengan mengangkat tema Satu hati, satu tekad, satu jiwa, Indonesia dan Motto : Satyaku Kukudarmakan Darmaku Kubaktikan.

Secara Umum Raimuna Cabang Ngawi 2016 ini terbagi kedalam 6 kegiatan yang di dalamnya banyak sekali kegiatan – kegiatan yang terkait dengan pengembangan diri, pengetahuan kepramukaan, edukasi wisata ngawi, dan keterampilan. Keenam pokok kegiatan tersebut adalah :

Gathering activity
Lokakarya dan Workhsop
Adventure (Safari Camp dan Wisata)
Self Improvement
Giat Saka
Art and Culture
Selamat berkegiatan untuk Pramuka – pramuka Ngawi, Semoga kegiatan ini menjadi wadah pertemuan pramuka penegak dan pendega untuk meningkatkan persaudaraan, menambah pengalaman, pengetahuan, ketrampilan, dan meningkatkan pengabdian tinggi.(cse)

Rabu, 31 Agustus 2016

Atribut


ATRIBUT

 Badge Saka Bakti Husada


Syarat:
Menjadi anggota Saka Bakti Husada dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Peserta didik
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Pramuka Penggalang berusia 14 – 15 tahun dengan syarat-syarat khusus yang mempunyai minat kesehatan.
b. Anggota dewasa
Pamong Saka
Instruktur Saka
Pimpinan Saka
c. Calon anggota
Pemuda berusia antara 16 sampai dengan 25 tahun (syarat khusus).



Badge Krida dan TKK
Secara umum syarat-syarat sebuah krida adalah sebagai berikut:
Setiap Krida beranggota 5 s/d 10 orang, sehingga dalam satu Saka Bakti Husada dimungkinkan adanya beberapa krida yang sama.
Jika satu jenis krida peminatnya lebih dari 10 orang, maka nama krida itu diberi tambahan angka di belakangnya; misalnya, Krida Bina Gizi1, Krida Bina Gizi2, Krida Bina Gizi3, dst.


BADGE KRIDA BINA LINGKUNGAN SEHAT

Syarat: menjadi anggota krida bina keluarga sehat
Terdiri dari 5 buah TKK yakni:
1. TKK Penyehatan Perumahan

Syarat: Memenuhi SKK penyehatan perumahan
2. TKK Penyehatan Makanan dan Minuman

Syarat: Memenuhi SKK penyehatan makanan dan minuman
3. TKK Pengawasan Pestisida

Syarat: Memenuhi SKK pengawasan pestisida
4. TKK Pengawasan Kualitas Air

Syarat: Memenuhi SKK pengawasan kualitas air
5. TKK Penyehatan Air

Syarat: Memenuhi SKK penyehatan air



BADGE KRIDA BINA KELUARGA SEHAT

Syarat: menjadi anggota krida bina keluarga sehat
Terdiri dari 6 buah TKK yakni:
1. TKK Kesehatan Ibu

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan ibu
2. TKK Kesehatan Anak

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan anak
3. TKK Kesehatan Remaja

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan remaja
4. TKK Kesehatan Usia Lanjut

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan usia lanjut
5. TKK Kesehatan Gigi dan Mulut

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan gigi dan mulut
6. TKK Kesehatan Jiwa    

Syarat: Memenuhi SKK kesehatan jiwa



BADGE KRIDA BINA PENANGGULANGAN PENYAKIT

Syarat: menjadi anggota krida bina penanggulangan penyakit
Terdiri dari 9 buah TKK yakni:
1. TKK Penanggulangan Penyakit Malaria

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan penyakit malaria
2. TKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan penyakit demam berdarah
3. TKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan penyakit anjing gila
4. TKK Penanggulangan Penyakit Diare

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan penyakit diare
5. TKK Penanggulangan Penyakit TB Paru

Syarat: Memenuhi SKK penyakit TB paru
6. TKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan penyakit kecacingan
7. TKK Imunisasi

Syarat: Memenuhi SKK imunisasi
8. TKK Gawat Darurat

Syarat: Memenuhi SKK gawat darurat
9. TKK Penanggulangan HIV/ AIDS

Syarat: Memenuhi SKK penanggulangan HIV/ AIDS



BADGE KRIDA BINA GIZI

Syarat: menjadi anggota krida bina gizi
Terdiri dari 5 buah TKK yakni:
1. TKK Perencanaan Menu

Syarat: Memenuhi SKK perencanaan menu
2. TKK Dapur Umum Makanan Darurat

Syarat: Memenuhi SKK dapur umum makanan darurat
3. TKK UPGK dalam Posyandu

Syarat: Memenuhi SKK UPGK dalam Posyandu
4. TKK Penyuluh Gizi

Syarat: Memenuhi SKK penyuluh gizi
5. TKK Mengenal Keadaan Gizi



Syarat: Memenuhi SKK mengenal keadaan gizi




BADGE KRIDA BINA OBAT

Syarat: menjadi anggota krida bina obat
 Terdiri dari 5 buah TKK yakni:
1. TKK Pemahaman Obat

Syarat: Memenuhi SKK pemahaman obat
2. TKK Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Syarat: Memenuhi SKK Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
3. TKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif

Syarat: Memenuhi SKK pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan zat adiktif
4. TKK Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan

Syarat: Memenuhi SKK bahan berbahaya bagi kesehatan
5. TKK Pembinaan Kosmetika


Syarat: Memenuhi SKK pembinaan kosmetika



BADGE KRIDA BINA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

Syarat: menjadi anggota krida bina perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
 Terdiri dari 5 buah TKK yakni:
1. TKK PHBS di Rumah Tangga

Syarat: Memenuhi SKK PHBS di rumah tangga
2. TKK PHBS di Sekolah

Syarat: Memenuhi SKK PHBS di sekolah
3. TKK PH

Tanda jabatan saka bakti husada


Tanda Jabatan, Tanda Kemahiran, Atribut, dan Aksesoris Saka Bakti Husada

TANDA JABATAN

Pimpinan Saka Bakti Husada

Kewajiban pemakai tanda jabatan ini:
a.     Pemimpin Saka Bakti Husada Tingkat Cabang berkewajiban :
Bersama Andalan Cabang Urusan Saka memikirkan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasikan kegiatan Sakanya.
Membantu Majelis Pembimbing Cabang untuk mengusahakan dana dan sarana lainnya guna mendukung kegiatan Sakanya.
Menjalin hubungan kerja yang baik dengan instansi kesehatan dan badan lain di wilayahnya
Mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.
Bekerja sama dengan Pimpinan Saka lain di cabangnya.
Bersama Andalan Cabang Urusan Latihan mengusahakan agar para Pamong dan Instruktur Sakanya dapat mengikuti pendidikan bagi orang dewasa baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.
Melaksanakan kebijaksanaan Pimpinan Saka Bakti Husada tingkat Daerah.
b.     Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Daerah berkewajiban :
Bersama Andalan Daerah Urusan Saka memikirkan, merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan Sakanya.
Membantu Majelis Pembimbing Daerah untuk mengusahakan dana dan sarana lainnya guna mendukung kegiatan Sakanya.
Menjalin hubungan kerja yang baik dengan instansi kesehatan dan badan lain di wilayahnya.
Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.
Bekerja sama dengan Pimpinan Saka lain di Daerahnya.
Bersama Andalan Daerah Urusan Latihan mengusahakan agar para Pimpinan Saka Bakti Husada dan Andalan Cabang Urusan Saka Bakti Husada dapat mengikuti pendidikan orang dewasa dalam Gerakan Pramuka.
Melaksanakan kebijaksanaan Pimpinan Saka Bakti Husada Nasional.
c.     Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional berkewajiban:
Bersama Andalan Nasional yang mengurusi Saka Bakti Husada memikirkan, merencanakan, dan juga mengevaluasi kegiatan Sakanya.
Membantu Majelis Pembimbing Nasional untuk mengusahakan dana dan sarana lainnya guna mendukung kegiatan Sakanya.
Menjalin hubungan kerja yang baik dengan Departemen Kesehatan dan badan lain yang berkaitan dengan pengembangan Sakanya.
Bekerja sama dengan Pimpinan Saka Tingkat Nasional yang lain.
Bersama Andalan Nasional yang mengurusi pendidikan dan latihan mengusahakan agar Pimpinan Saka Bakti Husada dapat mengikuti pendidikan.
Merumuskan kebijaksanaan tentang hal-hal yang berkaitan Saka Bakti Husada.
Mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan Sakanya.


Dewan Saka Bakti Husada

Kewajiban pemakai tanda jabatan ini:
Melaksanakan latihan Saka sesuai dengan rencana dan mengadakan evaluasi seluruhnya.
Melaksanakan pertemuan Dewan Saka sesuai dengan kepentingannya.
Melaksanakan kebijaksanaan Kwaritr Ranting dalam bidan Saka Bakti Husada.
Menciptakan pembaharuan dalam bentuk kegiatan menarik dibidang kesehatan dengan menggunakan prinsip dasar metodik kepramukaan.
Selau berkonsultasi dengan para Pamong. Instruktur dan anggota Sakanya.
Melaksanakan administrasi mengenai keanggotaan dan kegiatannya.


Koordinator Krida Bakti Husada


Kewajiban pemakai tanda jabatan ini:
Mengkoordinir keseluruhan krida dalam upaya memelihara keutuhan dan kesatuan anggota Sakanya.



 Pemimpin Krida Bakti Husada


Kewajiban pemakai tanda jabatan ini:
Memimpin Kridanya dalam semua kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Mewakili Kridanya dalam pertemuan Dewan Saka.
Bekerja sama dan membagi tugas dengan Wakil Pemimpin Kridanya untuk mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya dalam bidang kegiatan.
Bekerja sama dengan para pemimpin Krida lainnya dalam upaya memelihara keutuhan dan kesatuan anggota Sakanya.


  Wakil Pemimpin Krida Bakti Husada

Kewajiban pemakai tanda jabatan ini:
Bekerja sama dengan Pemimpin Kridanya untuk mewujudkan kekompakan dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya dalam bidang kegiatan.





TANDA KEMAHIRAN

Wings Saka Bakti Husada

Pada umumnya tidak jauh beda dengan tanda kemahiran yang dipakai oleh badan-badan militer nasional seperti TNI, POLRI, dan sebagainya. Karena sebagian besar atribut

Tanda jabatan sbh

http://bakti-husada.blogspot.com/2011/11/tanda-jabatan-dan-atribut-saka-bakti.html?m=1

Selasa, 30 Agustus 2016

pertinas v sbh 2016

Pertinas Saka Bakti Husada V Tahun 2016
Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional V Tahun 2016 atau yang disingkat sebagai Pertinas Saka Bakati Husada V tahun 2016 akan diselenggarakan pada tanggal 17 s.d. 23 Oktober 2016. Pertemuan pramuka anggota Saka Bakti Husada tingkat nasional ini akan dilangsungkan di Bumi Perkemahan Serut, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Diperkirakan sedikitnya 2000-an pramuka Saka Bakti Husada se-Indonesia akan mengikuti kegiatan yang dihelat di tepian Sungai Brantas tersebut.

Saka Bakti Husada adalah salah satu Satuan Karya Pramuka tingkat Nasional yang memberikan keterampilan khusus di bidang kesehatan. Pertnas merupakan salah satu pertemuan pramuka penegak tingkat nasional khusus untuk anggota Saka Bakti Husada. Pertinas dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. sebelumnya, Pertinas IV dilaksanakan di  Gorontalo pada tanggal 25 September s.d 2 Oktober 2011.



1. Logo dan Maskot Pertinas Bakti Husada V Tahun 2016

Berdasarkan SK Kwarnas Nomor: 069 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perkemahan Bakti Satuan Karya Bakti Husada Tingkat Nasional V Tahun 2016, alah satunya menetapkan logo dan maskot Pertinas Saka Bakati Husada V.

Logo Pertinas Saka Bakati Husada V berupa sebuah gambar yang terdiri atas Candi Penataran, Tugu Pahlawan, tiga buah tenda, dan angka lima. Di samping itu terdapat juga lambang gerakan pramuka, lambang WOSM, dan lambang Saka Bakti Husada. Di bagian bawahnya, terdapat tulisan melengkung bertuliskan Perti Saka Bakti Husada Nasional V 2016, Blitar, Jawa Timur.

Adapun gambar logo Pertinas Bakti Husada V Tahun 2016 tersebut adalah sebagai berikut.



Makna logo:

Candi Penataran menunjukkan ikon Kabupaten Blitar
Tugu Pahlawan menunjukkan Jawa Timur
Tenda menunjukkan kegiatan berkemah
Warna hijau menunjukkan warna kesehatan

Sedang maskot Pertinas Bakti Husada V Tahun 2016 berupa gambar telur bernama "Tigano" dan "Tigani".

Tigani



Tigano




Makna Maskot  Pertinas Bakti Husada V 2016

Tigan berasal dari Bahasa Jawa Halus yang memiliki arti 'telur'
Telur merupakan produk unggulan Kabupaten Blitar
Tigano dan Tigani adalah nama  Maskot Pertinas Bakti Husada V 2016

2. Kegiatan dalam  Pertinas Bakti Husada V 2016

Kegiatan dalam Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada Tingkat Nasional V Tahun 2016, terdiri atas:
Kegiatan Umum
Kegiatan Keagamaan
Kegiatan Upacara
Kegiatan Olahraga
Apel
Malam Bhinneka Tunggal Ika
Kegiatan Bakti Fisik
Penghijauan (Krida Bina Lingkungan Sehat)
Demo Pembuatan Jamban & Closet (Krida Bina Lingkungan Sehat)
Pengecatan Poskesdes (Krida Bina Keluarga Sehat)
Pengecatan UKS SD (Krida Bina Keluarga Sehat)
PSN dan Larvasidasi (Krida Pengendalian Penyakit)
Pemberian PMT (Krida Bina Gizi
Pembuatan Taman Toga (Krida Obat)
Pendataan Keluarga Sehat (Krida PHBS)
Kegiatan Bakti Non Fisik
Penyuluhan penyehatan dan pengamanan pangan (Krida Bina Lingkungan Sehat)
Penyuluhan Sanitasi/Permainan ular tangga sanitasi (Krida Bina Lingkungan Sehat)
Penempelan stiker P4K dan Penandaan bendera (Krida Bina Keluarga Sehat)
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan permainan ular tangga (Krida Bina Keluarga Sehat)
Sosialiasasi Gema Pramantik dan Bakti sosial PTM (Krida Pengendalian Penyakit)
Penyuluhan gizi seimbang (Krida Bina Gizi)
Penyuluhan tanaman obat herbal dan rasional (Krida Obat)
Penyuluhan Keluarga Sehat
Pendalaman Krida
Krida Bina Lingkungan Sehat
Krida Bina Keluarga Sehat
Krida Pengtendalian Pengendalian Penyakit
Krida Bina Gizi
Krida Obat
Krida PHBS
Wawasan Kebangsaan
Materi Bela Negara
Materi Jiwa Korsa
Materi Revolusi Mental
Materi Indonesia Sehat
Materi Kamtibmas
Ketangkasan
Memanah
Mendayung
Air Soft Gun
Jumpa Tokoh
Wisata
Candi Penataran
Makam Bung Karno
Istana Gebang
Wisata Edukasi Ternak Telur
Kampung Coklat
Omah Jenang
Rumah Geti
Life Skill
Kerajinan Batok Kelapa
Kerajinan Cangkang Telur
Kerajinan Barang Bekas
Edukasi Stek Pucuk Pohon Jati
Budaya Jawa Timur
Jaranan
Tari Emprak Blitar
Gamelan
Membatik
Wayang
Kegiatan persahabatan
Gobak